Izzul
Fatha (125150401111050)
Boy Hari
Wijaya (125150401111043)
Cahya
Wahyu P. (125150400111060)
Pratiwi
Susanti (125150401111001)
Tugas
PSSI (Perencanaan Strategi Sistem Informasi).
1. Apa perbedaan antara competitive strategy,
business strategy, IS strategy dan IT strategy?
- Competitive strategy: Sebuah rencana di mana perusahaan akan merancang suatu metode untuk bersaing dengan kompetitornya.
- Business strategy: merupakan pengambilan keputusan pada tingkat unit bisnis. Di dalam strategi tingkat ini yang ditujukan adalah bagaimana cara bersaingnya.
- IS Strategy: Sistem Informasi Strategis (SIS) adalah dukungan terhadap sistem yang ada dan membantu dalam mencapai keunggulan kompetitif atas pesaing organisasi dalam hal ini berhubungan dengan tujuan bisnis.
- IT Strategy: strategi yang bertujuan untuk mendefinisikan bagaimana sumber daya dan yeknologi akan diperoleh, diatur, dan dikembangkan sehingga dapat menunjang strategi bisnis sistem informasi.

Dalam kerangka Ward and Peppard
dapat dibagi secara umum menjadi 3 bagian utama, yakni:
- Input
(Internal/Eksternal IS/IT Environment dan Internanl/Eksternal Business
Environment)
- Process
(IS/IT Strategy Process)
- Output
(Business IS Strategies, IS/IT Management Strategy. IT Strategy dan Future
Application Portofolio)

· Pada
bagian input dilakukan proses analisa baik dari lingkungan internal maupun
eksternal yang berkaitan dengan hal bisnis ataupun hal yang berkaitan dengan
IS/IT.
· Tools
yang digunakan untuk melakukan analisa banyak pilihan. Diantaranya bisa
menggunakan tools analisa SWOT, CSF, VALUE CHAIN, PEST, BSC dll.
· Analisa
yang dilakukan terhadap lingkungan internal dan eksternal memiliki objek-objek
khusus yang perlu dianalisa. Contoh: Dalam lingkungan bisnis internal, hal yang
perlu untuk dianalisa diantaranya adalah mengenai visi dan misi, struktur
organisasi, kegiatan bisnis organisasi, kegiatan masing-masing fungsional dll)
· Penggunaan
Tool analisa dapat dikolaborasikan penggunaanya untuk mendapatkan hasil yang
maksimal.
3. Apa yang dimaksud dengan Five Forces Porter
dan gambarkan 5 Forces Porter.
Five Forces Porter merupakan sebuah persaingan bisnis, di dalam
suatu perusahaan. tidak boleh terlalu berpaku pada kompetitor saja. Seringkali
sebuah perusahaan hanya memantau dan menganalisa kompetitornya saja, sehingga
mereka terjebak dalam “competitor oriented”. Padahal selain kompetitor, kita
juga memiliki pesaing yang potensial.
Gambaran Five Forces Porter.
4. Sebutkan
hal apa saja yang mempengaruhi 5 faktor di dalam 5 Forces Porter (Bargaining
Powe of Buyer, Bargaining Power of Customer, New Entrants, Substitute Product
dan Competitive Force).
(Bargaining Powe of Buyer), tergantung pada:
-Konsentrasi dari
pembeli, apakah ada pembeli yang dominan atau banyaknya penjual.
-Diferensiasi dari produk, apakah produk tersebut standar atau tidak
-Profitabilitas pembeli
-Kualitas dari produk dan service
-Perpindahan biaya, seberapa mudah pembeli untuk beralih ke pemasok lain
-Diferensiasi dari produk, apakah produk tersebut standar atau tidak
-Profitabilitas pembeli
-Kualitas dari produk dan service
-Perpindahan biaya, seberapa mudah pembeli untuk beralih ke pemasok lain
(Bargaining Power of Customer)
tergantung pada:
-Konsentrasi dari
supplier, Apakah banyak pembeli dan sedikit supplier
-Brand, apakah brand supplier tersebut sudah kuat
-Profitabilitas Supplier
-Pemasok masuk ke dalam industri cth produsen mengatur sendiri gerai ritelnya
-Pembeli tidak berpindah ke supplier yang lain.
-Kualitas dari Produk dan service
-Perpindahan biaya, seberapa mudah pemasok untuk mencari pelanggan baru
-Brand, apakah brand supplier tersebut sudah kuat
-Profitabilitas Supplier
-Pemasok masuk ke dalam industri cth produsen mengatur sendiri gerai ritelnya
-Pembeli tidak berpindah ke supplier yang lain.
-Kualitas dari Produk dan service
-Perpindahan biaya, seberapa mudah pemasok untuk mencari pelanggan baru
( New Entrants) tergantung
pada:
-Struktur
dari kompetisi, persaingan akan semakin hebat apabila terdapat banyak industri
kecil atau memiliki ukuran yang sama antar kompetitor. Sebaliknya apabila
industri telah memiliki pemimpin pasar maka persaingan akan sedikit.
-Struktur dari biaya di industri. Industri yang memiliki biaya yang tinggi akan mendorong kompetitor utk menghasilkan produk dan jasa yang lebih murah.
-Tingkat diferensiasi produk. Industri yang produknya adalah komoditas biasanya akan memiliki persaingan yang besar.
-Perpindahan biaya. Persaingan akan berkurang apabila pembeli telah beralih ke biaya tinggi.
-Tujuan strategis, Jika kompetitor mengejar pertumbuhan dengan agresif maka persaingan akan semakin besar
-Ketika hambatan utk meninggalkan industri semakin tinggi maka persaingan akan semakin besar.
-Struktur dari biaya di industri. Industri yang memiliki biaya yang tinggi akan mendorong kompetitor utk menghasilkan produk dan jasa yang lebih murah.
-Tingkat diferensiasi produk. Industri yang produknya adalah komoditas biasanya akan memiliki persaingan yang besar.
-Perpindahan biaya. Persaingan akan berkurang apabila pembeli telah beralih ke biaya tinggi.
-Tujuan strategis, Jika kompetitor mengejar pertumbuhan dengan agresif maka persaingan akan semakin besar
-Ketika hambatan utk meninggalkan industri semakin tinggi maka persaingan akan semakin besar.
(Substitute
Product ) tergantung pada:
-Kualitas,
Apakah kualitas pengganti tersebut lebih baik atau tidak?
-Keinginan pembeli utk beralih ke produk jasa pengganti
-Harga dan performa dari produk jasa pengganti
-Biaya utk beralih ke produk jasa pengganti. Apakah mudah utk mengubah ke produk lain.
-Keinginan pembeli utk beralih ke produk jasa pengganti
-Harga dan performa dari produk jasa pengganti
-Biaya utk beralih ke produk jasa pengganti. Apakah mudah utk mengubah ke produk lain.
(Competitive Force)
tergantung pada:
-Skala
ekonomis
-Modal utk investasi
-Akses utk distribusi
-Akses ke teknologi
-Brand loyalty, apakah pelanggan setia dengan brand tertentu
-Peraturan Pemerintah
-Modal utk investasi
-Akses utk distribusi
-Akses ke teknologi
-Brand loyalty, apakah pelanggan setia dengan brand tertentu
-Peraturan Pemerintah
5. Apa yang dimaksud dengan SWOT serta PESTLE
serta sebutkan gunanya
a)
SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman).
“SWOT
is an acronym for the internal Strengths and Weaknesses of a business and
enviromental Opportunities and Threats facing that business.” (John A.P and
Richard Braden Robinson 1988:292)
“Swot
is an acronym for a company’s Strength, Weakness, Oppor, and Threats.” (Arthur
A. Thompson, JR. And A. J. Strickland III 1993:87)
Jadi, SWOT
adalah sebuah strategi yang mengevaluasi Strengths
(kekuatan), Weaknesses
(kelemahan), Opportunities (peluang)
dan Threats (ancaman) di dalam
bisnis.
b)
Manfaat Analisis SWOT
Analisis
SWOT adalah alat perencanaan strategis yang melibatkan kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman perusahaan, atau SWOT. Berikut ini merupakan manfaat
analisis SWOT, antara lain:
1.
Untuk melakukan perencanaan dalam
upaya mengantisipasi masa depan dengan melakukan pengkajian bedasarkan
pengalaman masa lampau, ditopang sumber daya dan kemampuan yang miliki saat ini
yang akan diproyeksikan ke masa depan.
2.
Untuk menganalisis kesempatan atau
peluang dan kekuatan dalam membuat rencana jangka panjang.
3.
Untuk mengatasi ancaman dan
kelemahan yang mempunyai kecendrungan menghasilkan rencana jangka pendek, yaitu
rencana untuk perbaikan.
4.
Bisa tahu mengenai keunggulan dan kelemahan
diri sendiri dan pesaing kita maka kita bisa unggul mengalahkan pesaing kita
PEST(EL) analysis adalah pengaruh
lingkungan pada suatu bisnis. PEST merupakan suatu cara atau alat yang
berfungsi untuk meringkas lingkungan eksternal dalam operasi bisnis. PEST harus
ditindaklanjuti dengan pertimbangan bagaimana bisnis harus menghadapi pengaruh
dari lingkungan politik, ekonomi, sosial, dan teknologi dan ditambahkan dengan
dua unsur lagi, yaitu Environment (lingkungan) dan Law & Regulation (Hukum
dan Regulasi)
Fungsi PEST(EL)
tool untuk
memahami segala resiko terkait dengan pertumbuhan atau penurunan usaha, dan
juga posisi, potensi serta arahan strategis untuk bisnis maupun organisasi
6. Apa yang dimaksud dengan TOWS analysis ?
a)
TOWS adalah singkatan dari Threats (ancaman), Opportunities (peluang), Weaknesses
(kelemahan) dan Strengths (kekuatan)
. antara SWOT dan TOWS keduanya merupakan
hal yang sama yang mengacu pada Ancaman, peluang, kelemahan dan kekuatan.
b)
Manfaat
Analisis TOWS
Analisis
TOWS adalah analisis yang mengutamakan mempelajari dan menginvestigasi peluang
faktor eksternal, karena dianggap bersifat lebih dinamis dan bersaing, setelah
itu baru menganalisis faktor internal. Berikut ini merupakan manfaat analisis
TOWS, antara lain:
1.
Dapat memperhitungkan dan memanfaatkan dengan
baik setiap peluang di luar untuk peningkatan bisnis.
2.
Dapat mengantisipasi segala bentuk tantangan
dan menyediakan beberapa solusi
3.
Mampu mengantisipasi tantangan dari setiap
perubahan eksternal, bahkan
mengubahnya (tantangan) menjadi peluang baru.
mengubahnya (tantangan) menjadi peluang baru.
7. Gunakan 4 metode (5 Forces Porter, SWOT,
PESTLE, TOWS Analysis) pada studi kasus dari tiap kelompok serta analisis
posisi dari organisasi yang dijadikan case study bila dibandingkan dengan
kompetitor.
Analisis Lingkungan Bisnis Inter-nal: Menggunakan SWOT
a. Kekuatan (Strengths) Tersedianya
sarana dan prasarana untuk mendukung proses penyaringan kerja seperti adanya
acara job fair,tracer study.
b. Kelemahan (Weaknesses ,
SDM yang menangani IT belum memadai, jumlah teknisi dalam bidang komputer yang
masih kurang, dan koordinasi antar unit yang belum optimal.
c. Peluang (Opportunities) Perkembangan teknologi informasi Komunikasi yang sangat cepat,
meningkatnya kebutuhan SDM, pengembangan sistem informasi untuk meningkatkan
kualitas dan efektifitas layanan informasi.
d. Ancaman (Threats) Kebutuhan
tenaga ahli dibidang ilmu komputer yang meningkat menjadikan perguruan tinggi
lain tertarik untuk membuka organisasi yang sama, meningkatnya persaingan antar
perguruan tinggi dalam penerimaan SDM yang berkualitas .
Analisis Lingkungan Bisnis Ekster-nal : Menggunakan PEST
a. Politik
Kebijakan pemerintah berupa Undang-undang tentang Dunia kerja
b. Ekonomi
Laju perkembangan perekonomian dilingkungan JPC UB mengalami perbaikan
yang menjadikan minat mahasiswa cukup baik untuk melanjutkan dalam dunia kerja.
c. Sosial Kultural
Tidak ada pesaing dengan sistem perekrutan didunia kerja di JPC UB
, sehingga JPC UB menjadi ‘Brand’
di kalangan universitas brawijaya dan menjadi salah satu perguruan tinggi yang
memiliki kompetensi dasar didunia kerja
d. Teknologi
Teknologi merupakan tulang punggung bagi perguruan tinggi.
Perguruan Tinggi dapat dikategorikan sebagai institusi berukuran besar, untuk
itu perlu ada rancangan yang baik untuk menjamin agar sarana sistem perekrutan
dunia kerja dapat dimanfaatkan secara optimal.
Analisis Lingkungan Bisnis
Eksternal : Menggunakan Five Force Model
a. Ancaman Pendatang Baru
JPC UB harus selalu memperhatikan dan mewaspadai
pertumbuhan kompetitornya dalam usaha apapun.
b. Ancaman Produk atau
Jasa Pengganti
Tersebarnya Perguruan
tinggi baik negeri maupun swasta yang sudah menerapkan sistem perekrutan
kerja .
c. Kekuatan Tawar Menawar
Pelanggan
Kepuasan yang didapat oleh
mahasiswa merupakan sebuah investasi dan prestasi dari JPC Dengan pelayanan
yang baik, mahasiswa dapat menjadi iklan berjalan, hidup dan secara
terus-menerus akan menjadi indikator kenaikan jumlah SDM.
d. Kekuatan Pemasok
Mitra kerja,
pandangan/image masyarakat, dan Peraturan pemerintah merupakan pihak-pihak yang
bertindak sebagai penyedia baik mahasiswa sebagai subyek yang akan didik maupun
peraturan pemerintah yang mendukung kegiatan pendidikan di Indonesia.
e. Persaingan dengan Perusahaan
Sejenis
Pesaing sesama perguruan
tinggi terutama yang menyediakan sistem perekrutan kerja, untuk saat ini JPC
belum memiliki pesaing dengan perguruan tinggi lain yang menyelenggarakan sistem
yang sama. Tetapi perlu dirancang strategi jangka panjang perusahaan untuk
menghadapi pesaing dimasa yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar