Senin, 17 Maret 2014

Nama  Anggota Kelompok 4:
Izzul Fatha (125150401111050)
Boy Hari Wijaya (125150401111043)
Cahya Wahyu P. (125150400111060)
Pratiwi Susanti (125150401111001)

Tugas PSSI (Perencanaan Strategi Sistem Informasi).
1. Apa perbedaan antara competitive strategy, business strategy, IS strategy dan IT strategy?
  • Competitive strategy: Sebuah rencana di mana perusahaan akan merancang suatu metode untuk bersaing dengan kompetitornya.
  • Business strategy:  merupakan pengambilan keputusan pada tingkat unit bisnis. Di dalam strategi tingkat ini yang ditujukan adalah bagaimana cara bersaingnya.
  • IS Strategy: Sistem Informasi Strategis (SIS) adalah dukungan terhadap sistem yang ada dan membantu dalam mencapai keunggulan kompetitif atas pesaing organisasi dalam hal ini berhubungan dengan tujuan bisnis.
  • IT Strategy:  strategi yang bertujuan untuk mendefinisikan bagaimana sumber daya dan yeknologi akan diperoleh, diatur, dan dikembangkan sehingga dapat menunjang strategi bisnis sistem informasi.
2.   Gambarkan framework Perancangan Strategis Sistem Informasi yang disusun oleh Ward & Peppard.

Dalam kerangka Ward and Peppard dapat dibagi secara umum menjadi 3 bagian utama, yakni:
  • Input (Internal/Eksternal IS/IT Environment dan Internanl/Eksternal Business Environment)
  • Process (IS/IT Strategy Process)
  • Output (Business IS Strategies, IS/IT Management Strategy. IT Strategy dan Future Application Portofolio)

Penjelasan mengenai bagian Input adalah sebagai berikut:
·   Pada bagian input dilakukan proses analisa baik dari lingkungan internal maupun eksternal yang berkaitan dengan hal bisnis ataupun hal yang berkaitan dengan IS/IT.
·      Tools yang digunakan untuk melakukan analisa banyak pilihan. Diantaranya bisa menggunakan tools analisa SWOT, CSF, VALUE CHAIN, PEST, BSC dll.
·       Analisa yang dilakukan terhadap lingkungan internal dan eksternal memiliki objek-objek khusus yang perlu dianalisa. Contoh: Dalam lingkungan bisnis internal, hal yang perlu untuk dianalisa diantaranya adalah mengenai visi dan misi, struktur organisasi, kegiatan bisnis organisasi, kegiatan masing-masing fungsional dll)
·     Penggunaan Tool analisa dapat dikolaborasikan penggunaanya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
      3. Apa yang dimaksud dengan Five Forces Porter dan gambarkan 5 Forces Porter.
Five Forces Porter merupakan sebuah persaingan bisnis, di dalam suatu perusahaan. tidak boleh terlalu berpaku pada kompetitor saja. Seringkali sebuah perusahaan hanya memantau dan menganalisa kompetitornya saja, sehingga mereka terjebak dalam “competitor oriented”. Padahal selain kompetitor, kita juga memiliki pesaing yang potensial. Gambaran Five Forces Porter.


     4. Sebutkan hal apa saja yang mempengaruhi 5 faktor di dalam 5 Forces Porter (Bargaining Powe of Buyer, Bargaining Power of Customer, New Entrants, Substitute Product dan Competitive Force).

(Bargaining Powe of Buyer), tergantung pada:
-Konsentrasi dari pembeli, apakah ada pembeli yang dominan atau banyaknya penjual.
-Diferensiasi dari produk, apakah produk tersebut standar atau tidak
-Profitabilitas pembeli
-Kualitas dari produk dan service
-Perpindahan biaya, seberapa mudah pembeli untuk beralih ke pemasok lain

(Bargaining Power of Customer) tergantung pada:
-Konsentrasi dari supplier, Apakah banyak pembeli dan sedikit supplier
-Brand, apakah brand supplier tersebut sudah kuat
-Profitabilitas Supplier
-Pemasok masuk ke dalam industri cth produsen mengatur sendiri gerai ritelnya
-Pembeli tidak berpindah ke supplier yang lain.
-Kualitas dari Produk dan service
-Perpindahan biaya, seberapa mudah pemasok untuk mencari pelanggan baru

( New Entrants) tergantung pada:
-Struktur dari kompetisi, persaingan akan semakin hebat apabila terdapat banyak industri kecil atau     memiliki ukuran yang sama antar kompetitor. Sebaliknya apabila industri telah memiliki pemimpin       pasar maka persaingan akan sedikit.
-Struktur dari biaya di industri. Industri yang memiliki biaya yang tinggi akan mendorong kompetitor     utk menghasilkan produk dan jasa yang lebih murah.
-Tingkat diferensiasi produk. Industri yang produknya adalah komoditas biasanya akan memiliki         persaingan yang besar.
-Perpindahan biaya. Persaingan akan berkurang apabila pembeli telah beralih ke biaya tinggi.
-Tujuan strategis, Jika kompetitor mengejar pertumbuhan dengan agresif maka persaingan akan           semakin besar
-Ketika hambatan utk meninggalkan industri semakin tinggi maka persaingan akan semakin besar.

(Substitute Product ) tergantung pada:
-Kualitas, Apakah kualitas pengganti tersebut lebih baik atau tidak?
-Keinginan pembeli utk beralih ke produk jasa pengganti
-Harga dan performa dari produk jasa pengganti
-Biaya utk beralih ke produk jasa pengganti. Apakah mudah utk mengubah ke produk lain.

(Competitive Force) tergantung pada:
-Skala ekonomis
-Modal utk investasi
-Akses utk distribusi
-Akses ke teknologi
-Brand loyalty, apakah pelanggan setia dengan brand tertentu
-Peraturan Pemerintah

5. Apa yang dimaksud dengan SWOT serta PESTLE serta sebutkan gunanya
a)      SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman).
“SWOT is an acronym for the internal Strengths and Weaknesses of a business and enviromental Opportunities and Threats facing that business.” (John A.P and Richard Braden Robinson 1988:292)
“Swot is an acronym for a company’s Strength, Weakness, Oppor, and Threats.” (Arthur A. Thompson, JR. And A. J. Strickland III 1993:87)

Jadi, SWOT adalah sebuah strategi yang mengevaluasi Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) di dalam bisnis.
b)      Manfaat Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah alat perencanaan strategis yang melibatkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan, atau SWOT. Berikut ini merupakan manfaat analisis SWOT, antara lain:
1.       Untuk melakukan perencanaan dalam upaya mengantisipasi masa depan dengan melakukan pengkajian bedasarkan pengalaman masa lampau, ditopang sumber daya dan kemampuan yang miliki saat ini yang akan diproyeksikan ke masa depan.
2.       Untuk menganalisis kesempatan atau peluang dan kekuatan dalam membuat rencana jangka panjang.
3.       Untuk mengatasi ancaman dan kelemahan yang mempunyai kecendrungan menghasilkan rencana jangka pendek, yaitu rencana untuk perbaikan.
4.       Bisa tahu mengenai keunggulan dan kelemahan diri sendiri dan pesaing kita maka kita bisa unggul mengalahkan pesaing kita

PEST(EL) analysis  adalah pengaruh lingkungan pada suatu bisnis. PEST merupakan suatu cara atau alat yang berfungsi untuk meringkas lingkungan eksternal dalam operasi bisnis. PEST harus ditindaklanjuti dengan pertimbangan bagaimana bisnis harus menghadapi pengaruh dari lingkungan politik, ekonomi, sosial, dan teknologi dan ditambahkan dengan dua unsur lagi, yaitu Environment (lingkungan) dan Law & Regulation (Hukum dan Regulasi)
Fungsi PEST(EL)
tool untuk memahami segala resiko terkait dengan pertumbuhan atau penurunan usaha, dan juga posisi, potensi serta arahan strategis untuk bisnis maupun organisasi

      6.  Apa yang dimaksud dengan TOWS analysis ?
a)      TOWS adalah singkatan dari Threats (ancaman), Opportunities (peluang), Weaknesses (kelemahan) dan Strengths (kekuatan) . antara SWOT dan TOWS keduanya merupakan  hal yang sama yang mengacu pada Ancaman, peluang, kelemahan dan kekuatan.

b)       Manfaat Analisis TOWS
Analisis TOWS adalah analisis yang mengutamakan mempelajari dan menginvestigasi peluang faktor eksternal, karena dianggap bersifat lebih dinamis dan bersaing, setelah itu baru menganalisis faktor internal. Berikut ini merupakan manfaat analisis TOWS, antara lain:
1.       Dapat memperhitungkan dan memanfaatkan dengan baik setiap peluang di luar untuk peningkatan bisnis.
2.       Dapat mengantisipasi segala bentuk tantangan dan menyediakan beberapa solusi
3.       Mampu mengantisipasi tantangan dari setiap perubahan eksternal, bahkan
mengubahnya (tantangan) menjadi peluang baru.


    7. Gunakan 4 metode (5 Forces Porter, SWOT, PESTLE, TOWS Analysis) pada studi kasus dari tiap kelompok serta analisis posisi dari organisasi yang dijadikan case study bila dibandingkan dengan kompetitor.
Analisis Lingkungan Bisnis Inter-nal: Menggunakan SWOT
a. Kekuatan (Strengths) Tersedianya sarana dan prasarana untuk mendukung proses penyaringan kerja seperti adanya acara job fair,tracer study.
b. Kelemahan (Weaknesses , SDM yang menangani IT belum memadai, jumlah teknisi dalam bidang komputer yang masih kurang, dan koordinasi antar unit yang belum optimal.
c. Peluang (Opportunities) Perkembangan teknologi informasi Komunikasi yang sangat cepat, meningkatnya kebutuhan SDM, pengembangan sistem informasi untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas layanan informasi.

d. Ancaman (Threats) Kebutuhan tenaga ahli dibidang ilmu komputer yang meningkat menjadikan perguruan tinggi lain tertarik untuk membuka organisasi yang sama, meningkatnya persaingan antar perguruan tinggi dalam penerimaan SDM yang berkualitas .

Analisis Lingkungan Bisnis Ekster-nal : Menggunakan PEST
a. Politik
Kebijakan pemerintah berupa Undang-undang tentang Dunia kerja
b. Ekonomi
Laju perkembangan perekonomian dilingkungan JPC UB mengalami perbaikan yang menjadikan minat mahasiswa cukup baik untuk melanjutkan dalam dunia kerja.
c. Sosial Kultural
Tidak ada pesaing dengan sistem perekrutan didunia kerja di JPC UB , sehingga JPC UB  menjadi ‘Brand’ di kalangan universitas brawijaya dan menjadi salah satu perguruan tinggi yang memiliki kompetensi dasar didunia kerja
d. Teknologi
Teknologi merupakan tulang punggung bagi perguruan tinggi. Perguruan Tinggi dapat dikategorikan sebagai institusi berukuran besar, untuk itu perlu ada rancangan yang baik untuk menjamin agar sarana sistem perekrutan dunia kerja dapat dimanfaatkan secara optimal.

Analisis Lingkungan Bisnis Eksternal : Menggunakan Five Force Model
a. Ancaman Pendatang Baru
JPC UB  harus selalu memperhatikan dan mewaspadai pertumbuhan kompetitornya dalam usaha apapun.
b. Ancaman Produk atau Jasa Pengganti
Tersebarnya Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang sudah menerapkan sistem perekrutan kerja .
c. Kekuatan Tawar Menawar Pelanggan
Kepuasan yang didapat oleh mahasiswa merupakan sebuah investasi dan prestasi dari JPC Dengan pelayanan yang baik, mahasiswa dapat menjadi iklan berjalan, hidup dan secara terus-menerus akan menjadi indikator kenaikan jumlah SDM.
d. Kekuatan Pemasok
Mitra kerja, pandangan/image masyarakat, dan Peraturan pemerintah merupakan pihak-pihak yang bertindak sebagai penyedia baik mahasiswa sebagai subyek yang akan didik maupun peraturan pemerintah yang mendukung kegiatan pendidikan di Indonesia.
e. Persaingan dengan Perusahaan Sejenis
Pesaing sesama perguruan tinggi terutama yang menyediakan sistem perekrutan kerja, untuk saat ini JPC belum memiliki pesaing dengan perguruan tinggi lain yang menyelenggarakan sistem yang sama. Tetapi perlu dirancang strategi jangka panjang perusahaan untuk menghadapi pesaing dimasa yang akan datang.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar